4 Rekomendasi Tempat Makan Tradisional Bekasi
- Elmo Julianto
- Sep 29, 2021
- 2 min read

Foto: PingPoint.co.id
Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Bekasi wajib banget tau nih tempat makan yang pas dikantong dan sangat kental dengan sejarah Kota Bekasi. Berikut 4 rekomendasi tempat makan tradisional di Bekasi!
1. Rumah Makan Bapak Abid / Jenong

Rumah makan Bapak Abid berdiri sejak 1978. Rumah makan ini memiliki menu unggulan yaitu Gabus Pucung yang proses pengolahannya masih dengan cara tradisional guna menjaga kualitas rasa. Selain itu ada juga aneka pepes dan tumis daun mengkudu yang tak kalah enak rasanya.
Lokasi: Jl. Mustika Jaya No.110, RT.002/RW.007, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
2. Warung Bambu Mustika Sari

Warung rumahan yang berdiri sejak 2016 ini memiliki menu andalan yaitu variasi pecak ikan, seperti ikan nila dan ikan bandeng dengan kisaran harga 50.000/ekor. Selain menu pecak ada juga menu tradisional lainnya seperti semur jengkol hingga sayur kembang duren. Jika mau makan di sini saat jam makan siang, siap-siap untuk berebutan tempat duduk yaa.
Lokasi: Jalan Kemuning Blok B No.1, RT.002/RW.005, Mustika Sari, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. 17147.
3. Bandeng Rorod Mpok Omah

Tempat produsen Bandeng Rorod yang terkenal sejak tahun 2011 ini menjual Bandeng Rorod dalam keadaan siap santap. Harga yang ditawarkan juga terjangkau yaitu Rp.25.000/pack, Bandeng Rorod bisa dijadikan oleh-oleh dari Kota Bekasi
Lokasi: JL. Maluku Raya 5 Perumnas III, RT.001/RW.007, Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17111.
4. Waroeng Sayur Gabus Eang Udin Combo

Warung makan yang berdiri sejak awal 1980-an ini memiliki menu andalan yaitu Oblok Tongki dengan kisaran harga Rp.35.000. Menu yang langka serta proses pengolahannya yang memakan waktu lama, menghasilkan cita rasa yang tak ada tandingannya. Selain itu, rumah makan ini memiliki varian menu lainnya seperti soto kaki sapi dan ikan bakar.
Lokaso: Jl. Mutiara Gading City, Setia Asih, Kec. Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat 17215.
(Elmo Julianto/ Politeknik Negeri Jakarta)





Comments