top of page
Search

Karena Ini Pemain Lokal Sulit Main di Eropa

  • Writer: Elmo Julianto
    Elmo Julianto
  • Oct 23, 2021
  • 1 min read

Updated: Oct 26, 2021


Liga Indonesia yang sempat berhenti akibat pandemi, secara tidak langsung mendorong para pemain lokal untuk berkarir di luar negeri. Namun sayangnya, tak banyak pemain lokal yang berani mengambil tantangan tersebut karena beberapa alasan.


Kira-kira, mengapa pemain lokal sulit bermain di Eropa?


1. Tuntutan Kualitas


Berstatus sebagai pemain asing di luar negeri nyatanya bukan perkara mudah. Tak jarang seorang pemain lokal yang tak mampu membuktikan kualitasnya di atas rata-rata pemain asing tak bertahan lama karena tuntutan performa dari klub dan lain sebagainya.


2. Minim Menit Bermain


Terlepas dari pesaingan di dalam skuad utama klub, minimnya kesempatan main yang diberikan pelatih kepada pemain lokal agaknya juga menjadi hambatan bagi pemain lokal itu sendiri, seperti penggunaan Striker asing di Liga 1 Indonesia.


3. Zona Nyaman


Gaji lancar, prestasi berlimpah dan fasilitas yang memadai tentu suatu hal yang sangat diinginkan setiap pemain. Dengan segala hal yang dimilikinya, bisa juga jadi motivasi tersendiri bagi pemain tersebut untuk terus berkembang dan bermain lebih maksimal.


Namun di sisi lain, tak jarang para pemain tersebut justru terjebak dalam ‘Zona Nyaman’ yang seakan mengurung mereka untuk bermain ke luar negeri yang liga nya lebih kompetitif.


4. Faktor Bahasa


Faktor yang selanjutnya merupakan komunikasi bahasa. Ternyata ada juga sejumlah pemain ternama tanah air yang mengaku pernah menolak tawaran klub luar negeri karena terkendala bahasa, contohnya Firman Utina dan Hamka Hamzah.


Menurut kalian, mengapa pemain lokal sulit bermain di Eropa?


(Elmo Julianto/ Politeknik Negeri Jakarta)

 
 
 

Comments


©2021 by Akhir Cerita. Proudly created with Wix.com

bottom of page